Fungsi Hati




Fungsi Hati atau Liver

Liver adalah istilah kedokteran untuk Hati.
Jadi sakit liver berarti juga sakit hati. Tentu saja penyebab sakit liver itu bermacam macam, bisa dikarenakan virus, bisa di karenakan keracunan dan hal ini akan mengakibatkan peradangan. Peradangan yang terjadi pada hati disebut dengan Hepatitis. Apapun jenis peradangannya istilahnya tetap sama yaitu Hepatitis.
Hati memiliki fungsi utama yaitu sebagai Filter Darah. Darah yang beredar di tubuh kita akan dibersihkan dan disaring dari bahan-bahan beracun yang masuk ke tubuh melalui makanan atau pernafasan.
Fungsi Utama hati pada orang dewasa adalah :
  • Menimpan berbagai bentuk glukosa, vit B12, dan zat besi
  • Penyediaan tenaga (zat gula) dan protein
  • Pengeluaran hormon-hormon dan insulin.
  • Pembentukan dan pengeluaran Lemak dan Kolesterol
  • Penyaring dan pembuang bahan bahan beracun di dalam darah mealalui proses pembongkaran hemoglobin.
  • Merubah amonia menjadi urea
Jadi penting lah kiranya, kita membantu memperingan kerja hati kita, baik dengan cara
mengatur asupan makanan, maupun dengan cara berolahraga.

Penyakit Hati (Liver)


Definisi

Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, struktur dan fungsi dari hati.

Fungsi Hati

Hati adalah suatu organ penting terletak di kwadran kanan atas abdomen. Dia bertanggung jawab untuk:
  • Menyaring darah
  • Membuat empedu, suatu zat yang membantu pencernaan lemak
  • Memproses dan mengikat lemak pada pengangkutnya (protein) termasuk kolesterol. Gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (Chylomicron, VLDL, LDL, HDL), menyimpan gula dan membantu tubuh untuk mengangkut dan menghemat energi.
  • Membuat protein-protein penting, seperti kebanyakan yang terlibat pada pembekuan darah
  • Memetabolisme banyak obat-obatan seperti barbiturates, sedatives, and amphetamines
  • Menyimpan besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B
  • Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur pengakutan cairan didalam darah dan ginjal
  • Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah
Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan infeksi-infeksi adalah disebabkan oleh suatu kondisi yang bervariasi termasuk infeksi virus, serangan bakteri, dan perubahan kimia atau fisik didalam tubuh. Penyebab yang paling umum dari kerusakan hati adalah kurang gizi (malnutrition), terutama yang terjadi dengan kecanduan alkohol.
Gejala-gejala penyakit hati mungkin akut, terjadi tiba-tiba, atau kronis, berkembang perlahan melalui suatu periode waktu yang lama. Penyakit hati kronis adalah jauh lebih umum dari pada yang akut. Angka dari penyakit hati kronis dari laki-laki adalah dua kali lebih tinggi dari wanita. Penyakit hati dapat menjangkau dari ringan sampai berat tergantung dari tipe penyakit yang hadir.

Tanda dan Gejala Penyakit

Gejala-gejala sebagian tergantung dari tipe dan jangkaun penyakit hatinya. Pada banyak kasus, mungkin tidak terdapat gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala yang umum pada sejumlah tipe-tipe berbeda dari penyakit hati termasuk:
  • Jaundice atau kekuningan kulit
  • Urin yang coklat seperti teh
  • Mual
  • Hilang selera makan
  • Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal
  • Muntah
  • Diare
  • Warna tinja (feces)yang pucat
  • Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut
  • Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur
  • Gatal-gatal
  • Varises (pembesaran pembuluh vena)
  • Kelelahan
  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
  • Demam ringan
  • Sakit otot-otot
  • Libido berkurang (gairah sex berkurang)
  • Depresi
Suatu bentuk parah yang jarang dari infeksi hati disebut acute fulminant hepatitis, menyebabkan gagal hati. Gejala-gejala dari gagal hati termasuk:
  • Aplastic anemia, suatu keadaan dimana sumsum tulang (bone marrow) tidak dapat membuat sel-sel darah
  • Ascites, terkumpulnya cairan didalam abdomen
  • Edema atau bengkak dibawah kulit
  • Encephalopathy, kelainan yang mempengaruhi fungsi-fungsi otak
  • Hati yang membesar dan perih (sakit)
  • Limpa membesar
  • Perubahan dalam status mental atau tingkat kesadaran
  • Rentan terhadap perdarahan

Penyebab dan Risiko Penyakit

Penyakit hati dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang bervariasi. Penyebab-penyebabnya termasuk:
  • Kerusakan-kerusakan bawaan sejak lahir atau kelainan-kelainan hati yang hadir pada kelahiran
  • Kelainan-kelainan metabolisme atau kerusakan dalam proses dasar tubuh
  • Infeksi-infeksi virus atau bakteri
  • Alkohol atau keracunan oleh racun
  • Obat-obat terentu yang merupakan racun bagi hati
  • Kekurangan Gizi (nutrisi)
  • Trauma atau luka
Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada anak-anak termasuk:
  • Alagille's syndrome, suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk, terutama pada tahun pertama kehidupan
  • Alpha 1- antitrypsin deficiency, suatu penyakit hati genetik pada anak yang dapat menuju ke hepatitis dan sirosis hati
  • Biliary atresia, suatu kondis dimana saluran empedu yang terbentang dari hati ke usus halus adalah terlalu kecil penampangnya atau sama sekali tidak ada
  • Galactosemia, suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula tertentu didalam susu. Gula-gula ini dapat memperluas, menyebabkan kerusakan yang serius terhadap hati dan organ-organ lainnya dari tubuh.
  • Hemorrhagic telangiectasia, suatu kondisi dimana pembuluh darah yang tipis mengizinkan perdarahan yang mudah dan sering dari kulit dan saluran pencernaan
  • Hepatitis aktif kronis, suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut dan gangguan fungsi hati
  • Kanker hati, yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar ke hati
  • Neonatal hepatitis, adalah hepatitis pada bayi baru lahir yang terjadi pada beberapa bulan pertama kelahiran
  • Reye's syndrome, suatu kondisi yang menyebabkan meluasnya lemak di hati. Pada beberapa kasus kondisi ini dikaitkan dengan penggunaan aspirin, terutama yang berhubungan dengan chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
  • Thalassemia, satu grup dari anemia yang diwariskan, atau jumlah darah merah yang rendah
  • Tyrosinemia, suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati
  • Wilson's disease, suatu kondisi warisan (keturunan) yang menyebabkan meluasnya dari mineral tembaga didalam hati
Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada orang dewasa termasuk:
  • Batu empedu, yang mungkin dapat menyumbat saluran empedu
  • Hemochromatosis, suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak besi. Penumpukan dari besi menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ lainnya
  • Hepatitis, suatu peradangan dan infeksi dari hati disebabkan oleh salah satu dari beberapa virus-virus
  • Penyakit cystic dari hati, yang menyebabkan luka-luka dan massa-massa yang terisi cairan di hati
  • Porphyria, suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi dalam bagaimana tubuh menggunakan porphyrins. Porphyrins adalah sangat penting pada pembuatan haemoglobin didalam sel darah merah, untuk mengangkut oksigen keseluruh tubuh
  • Primary sclerosing cholangitis, suatu kondisi yang menyebabkan saluran empedu dari hati menyempit karena peradangan dan luka goresan
  • Sarcoidosis, suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-organ lainnya dari tubuh
  • Sirosis, suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan dan sel-sel hati diganti oleh jaringan parut
  • Type I glycogen storage disease, yang menyebabkan persoalan pada pengontrolan gula darah ketika sesorang sedang puasa
Penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol termasuk:

Hepatitis alkoholikPencegahan Penyakit

Beberapa tapi tidak semua penyakit hati dapat dicegah. Contohnya, hepatitis A dan hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi.
Cara-cara lain untuk mengurangi risiko penyakit infeksi hati termasuk:
  • Mempraktekan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti diapers
  • Menghindari meminum atau memakai air kran jika berpergian ke luar negri
  • Menghindari memakai obat terlarang, terutama penggunaan bersama alat suntik
  • Melakukan hubungan sex yang aman
  • Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku
  • Menghindari bahan racun dan konsumsi alkohol berlebihan
  • Gunakan bat-obatan seperti yang dianjurkan
  • Gunakan kehati-hatian pada produk-produk kimia industri
  • Makanlah diet yang berimbang baik menurut petunjuk piramid dari makanan
  • Dapatkan satu suntikan dari immune globulin sesudah terpapar pada hepatitis A

Diagnosis Penyakit

Dokter dapat menentukan apakah gejala, sejarah kesehatan, dan tes fisik cocok dengan penyakit hati. Hepatomegaly, suatu hati yang membesar dan mengeras dan tanda-tanda lainnya dari penyakit hati dapat ditemukan pada tes-tes yang dilakukan.
Banyak tes-tes lanjutan juga dapat digunakan untuk mendukung diagnosis. Ini termasuk tes-tes darah, seperti:
  • Abdominal CT scan atau abdominal MRI, yang menyajikan lebih banyak informasi tentang struktur dan fungsi hati
  • ERCP, atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography. Suatu tabung kecil yang disebut endoscope digunakan untuk melihat berbagai struktur didalam dan sekitar hati
  • Pemeriksaan USG, untuk melihat ukuran dari organ abdomen (perut) dan kehadiran dari massa
  • Pemeriksaan X-rays abdomen
  • Perhitungan darah lengkap, yang melihat pada tipe dan jumlah dari sel-sel darah didalam tubuh
  • Scan hati dengan radiotagged substances untuk menunjukan perubahan-perubahan struktur hati
  • Studi GI atas, yang dapat mendeteksi kelainan-kelainan di esophagus yang disebabkan oleh penyakit hati
  • Tes fungsi hati, adalah tes darah yang memeriksa enzim-enzim hati yang sangat bervariasi dan produk-produk sampingannya
Pada beberapa kasus, jalan satu-satunya untuk mendiagnosis secara pasti kehadiran dari suatu penyakit hati tertentu adalah dengan biopsi hati. Prosedur ini melibatkan pengambilan sedikit dari jaringan hati untuk pemeriksaan dibawah mikroskop. Biopsi hati mungkin perlu dilakukan beberapa kali untuk melihat kemajuan penyakit dan responnya terhadap perawatan.
  •  
  • Penyakit fatty liver yang menyebabkan pembesaran hati
  • Sirosis alkoholik

Efek Jangka Panjang Penyakit

Efek-efek jangka panjang tergantung dari kehadiran tipe penyakit hatinya. Contohnya, hepatitis kronis dapat menjurus ke:
  • Gagal hati
  • Penyakit-penyakit pada bagian lain tubuh, seperti kerusakan ginjal atau jumlah darah yang rendah
  • Sirosis hati
Efek-efek jangka panjang lainnya dapat termasuk:
  • Encephalopathy, adalah memburuknya fungsi otak yang dapat berlanjut ke koma
  • Gastrointestinal bleeding (perdarahan gastrointestinal). Ini termasuk perdarahan esophageal varices, yang merupakan pembesaran vena yang abnormal di esophagus dan/atau didalam perut
  • Kanker hati
  • Peptic ulcers, yang mengikis lapisan perut/lambung

Risiko Pada Orang Lain

Beberapa penyakit hati sangat menular dan mengemukakan risiko pada orang lain. Contohnya, beberapa bentuk dari hapatitis adalah sangat menular melalui hubungan sexual atau makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit hati lainnya tidak menular seperti biliary atresia.

Perawatan Penyakit

Perawatan untuk penyakit hati termasuk:
  • Istirahat di tempat tidur
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi
  • Hindari obat-obatan yang tidak perlu
  • Hindari alkohol
  • Makan diet yang berimbang untuk penyakit hati
  • Minum obat anti mual jika diperlukan
Perawatan lanjutan tergantung dari tipe dan luasnya penyakit. Contohnya, merawat hapatitis B, hepatitis C dan hepatitis D dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti obat-obatan anti virus (antiviral) alpha interferon. Obat-obat lain yang digunakan untuk merawat penyakit hepatitis dapat termasuk ribavirin, lamivudine, steroids, dan antibiotik-antibiotik.
Acute fulminant hepatitis dapat menyebabkan gagal hati yang mengancam nyawa. Ini memerlukan tinggal di rumah sakit dan perawatan untuk kelainan perdarahan, encephalopathy, dan persoalan-persoalan nutrisi.
Biliary atresia mungkin dirawat dengan suatu prosedur yang disebut Kasai surgery, suatu prosedur dimana dokter operasi menggantikan saluran empedu dengan bagian dari usus halus bayi.
Hemochromatosis dirawat dengan cara mengeluarkan 0,5 liter darah satu atau dua kali dalam seminggu untuk beberapa bulan sampai satu tahun, tergantung dari keparahan kondisinya. Ini akan menghabiskan secara efektif kelebihan zat besi.
Supplemen vitamin dan mineral diberikan untuk mencegah komplikasi dari primary biliary cirrhosis. Ini termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan kalsium. Cholestyramine dapat juga diberikan untuk meringankan gatal-gatal.
Untuk merawat Wilson's disease dokter dapat meresepkan obat trientine atau penicillamine. Jika obat-obat ini tidak dapat ditoleransi oleh pasien, maka dia mungkin diminta untuk minum obat zinc acetate.

Tes Fungsi Hati

By Cahya
Tes fungsi hati atau lebih dikenal dengan liver panel atau liver fun­ction test adalah sekelom­pok tes darah yang meng­ukur enzim atau protein ter­tentu di dalam darah anda. Tes fungsi hati umum­nya digunakan untuk mem­bantu men­deteksi, menilai dan meman­tau penyakit atau kerusakan hati.
Biasanya jika untuk meman­tau kon­disi hati, tes ini dilakukan secara ber­kala. Atau dilakukan juga ketika Anda memiliki risiko per­lukaan hati, ketika Anda memiliki penyakit hati, atau mun­cul gejala-gejala ter­tentu seperti jaun­dice (ikterus).
Untuk tes ini diper­lukan con­toh darah yang diam­bil dari pem­buluh balik (vena) umum­nya pada lengan pasien. Dan sebelum tes dilakukan, tidak diper­lukan per­siapan khusus, kecuali tes dilakukan ber­samaan dengan tes lain yang mung­kin memer­lukan per­siapan khusus.
Hati merupakan salah satu organ yang paling besar dalam tubuh manusia. Ber­lokasi di abdomen (perut) bagian atas kanan dan di balik rusuk-rusuk bagian bawah. Hati memetabolisme dan men­detok­sifikasi obat-obatan dan unsur-unsur yang ber­bahaya bagi tubuh. Ia juga meng­hasilkan faktor-faktor, protein dan enzim pem­bekuan darah, mem­bantu keseim­bangan hor­mon, serta menyimpan vitamin dan mineral. Empedu, suatu cairan yang diben­tuk oleh hati, dialirkan melalui saluran lang­sung ke usus halus untuk mem­bantu men­cerna lemak atau ke kan­dung empedu untuk disimpan dan digunakan untuk keper­luan kemudian.
Pel­ba­gai penyakit & infeksi dapat menyebabkan kerusakan akut maupun kronis pada hati, menyebabkan per­adangan, luka, sum­batan saluran empedu, kelainan pem­bekuan darah, dan disfungsi hati. Alkohol, obat-obatan, dan beberapa suplemen her­bal, serta racun juga bisa mem­berikan ancaman. Jika besar­nya kerusakan cukup ber­makna, maka akan menim­bulkan gejala-gejala jaun­dice, urine gelap, tinja ber­warna keabuan terang, pruritus, mual, kelelahan, diare, dan berat badan yang bisa ber­kurang atau ber­tam­bah secara tiba-tiba. Deteksi dini pen­ting untuk diag­nosis lebih awal guna minimalisasi kerusakan dan menyelamatkan fungsi hati.
Tes fungsi hati, seperti yang disam­paikan sebelum­nya, meng­ukur enzim, protein dan unsur yang dihasilkan atau dilepaskan oleh hati dan dipengaruhi oleh kerusakan hati. Beberapa dihasilkan oleh sel-sel hati yang rusak dan beberapa men­cer­minkan kemam­puan hati yang menurun dalam melakukan satu atau beberapa fung­sinya. Ketika dilakukan ber­samaan, tes ini mem­berikan dok­ter gam­baran kon­disi kesehatan hati, suatu indikasi keparahan akan kerusakan hati, per­ubahan status hati dalam selang waktu ter­tentu, dan merupakan batu lon­catan untuk tes diag­nosis selanjutnya.
Tes ini biasanya ber­isi beberapa tes yang dilakukan ber­samaan pada con­toh darah yang diam­bil. Ini bisa meliputi:
  • Alanine Aminotran­sferase (ALT)  — suatu enzim yang utamanya ditemukan di hati, paling baik untuk memeriksa hepatitis. Dulu disebut seba­gai SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Tran­saminase). Enzim ini ber­ada di dalam sel hati/hepatosit. Jika sel rusak, maka enzim ini akan dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Alkaline Phos­phatase (ALP) – suatu enzim yang ter­kait dengan saluran empedu; sering­kali mening­kat jika ter­jadi sumbatan.
  • Aspar­tate Aminotran­sferase (AST) – enzim ditemukan di hati dan di beberapa tem­pat lain di tubuh seperti jan­tung dan otot. Dulu disebut seba­gai SGOT (Serum Glutamic Oxoloacetic Tran­saminase), dilepaskan pada kerusakan sel-sel paren­kim hati, umum­nya mening­kat pada infeksi akut.
  • Bilirubin – biasanya dua tes bilirubin digunakan ber­samaan (apalagi pada jaun­dice): Bilirubin total meng­ukur semua kadar bilirubin dalam darah; Bilirubin direk untuk meng­ukur ben­tuk yang terkonjugasi.
  • Albumin – meng­ukur protein yang dibuat oleh hati dan mem­beritahukan apakah hati mem­buat protein ini dalam jum­lah cukup atau tidak.
  • Protein total – meng­ukur semua protein (ter­masuk albumin) dalam darah, ter­masuk antibodi guna memerangi infeksi.
Ter­gan­tung pada per­tim­bangan dok­ter, beberapa tes tam­bahan mung­kin diper­lukan untuk meleng­kapi seperti GGT (gamma-glutamyl tran­sferase), LDH (lactic acid dehydrogenase) dan PT (prothrom­bine time).
Ada beberapa potensi disfungsi hati di mana tes fungsi hati bisa disarankan untuk dilakukan. Beberapa di antaranya adalah orang yang memiliki riwayat diketahui atau ber­potensi ter­papar virus hepatitis; mereka yang merupakan peminum berat; individu dengan riwayat keluarga men­derita penyakit hati; mereka yang meng­on­sumsi obat yang kadang dapat merusak hati.
Tes fungsi hati juga bisa disarankan pada temuan tanda & gejala penyakit hati, beberapa di antaranya adalah: kelelahan, kelemahan, ber­kurang­nya selera makan, mual, mun­tah, pem­beng­kakan atau nyeri perut, jaun­dice, urine gelap, tinja ber­warna terang, pruritus (gatal-gatal).
Pada dasar­nya tidak ada tes tung­gal yang digunakan untuk menegakkan diag­nosis. Ter­kadang beberapa kali tes ber­selang diper­lukan untuk menen­tukan jika suatu pola ada dan mem­bantu menen­tukan penyebab kerusakan hati. Pun ketika penyakit hati sudah dideteksi, tes fungsi hati biasanya tetap ber­lan­jut secara ber­kala untuk meman­tau ting­kat keber­hasilan ter­api atau per­jalanan penyakit.
Lalu apa makna hasil tes fungsi hati?
Hasil tes fungsi hati bukanlah sebuah media diag­nos­tik untuk kon­disi spesifik; mereka meng­in­dikasikan bahwa ter­dapat kemung­kinan ada suatu masalah pada hati. Pada orang yang tidak mem­per­lihatkan gejala atau tidak ter­in­den­tifikasi adanya fak­tor risiko, hasil tes fungsi hati yang abnor­mal bisa meng­in­dikasikan adanya per­lukaan hati semen­tara atau sesuatu yang ter­jadi di lokasi lain di dalam tubuh – seperti pada otot, pank­reas atau jan­tung. Namun juga bisa menan­dakan penyakit hati tahap awal dan memer­lukan tes lebih lan­jut dan/atau peman­tauan secara berkala.
Hasil-hasil tes fungsi hati biasanya dievaluasi secara bersama-sama. Jadi beberapa set tes dalam per­iode ter­tentu dilihat apakah memiliki pola ter­tentu. Setiap orang akan memiliki sebuah set tes fungsi hati yang unik yang biasanya berubah-ubah seiring ber­jalan­nya waktu. Seorang dok­ter meng­amati kom­binasi hasil-hasil tes ini guna men­dapatkan petun­juk ten­tang kon­disi yang men­dasarinya. Sering­kali, tes lebih lan­jut diper­lukan untuk menen­tukan apa sebenar­nya yang menyebabkan penyakit dan/atau kerusakan hati tersebut.
Tabel ber­ikut menun­jukkan beberapa kom­binasi hasil yang mung­kin ditemukan pada beberapa tipe kondisi/penyakit hati tertentu.
Jenis Kon­disi
Bilirubin
ALT &  AST
ALP
Albumin
PT
Kerusakan hati akut (infeksi, racun, obat)
Nor­mal atau mening­kat biasanya setelah pening­katan ALT & AST
Biasanya sangat mening­kat; ALT umum­nya lebih tinggi daripada AST
Nor­mal atau hanya mening­kat sedikit
Nor­mal
Biasanya nor­mal
Penyakit hati kronis
Nor­mal atau meningkat
Sedikit mening­kat
Nor­mal atau sedikit meningkat
Nor­mal
Nor­mal
Hepatitis alkoholik
Nor­mal atau meningkat
AST biasanya dua kali kadar ALT
Nor­mal atau lumayan meningkat
Nor­mal
Nor­mal
Sirosis
Bisa jadi mening­kat tapi hanya pada kon­disi yang sudah berlanjut
AST biasanya lebih tinggi dari ALT, namun kadar­nya biasanya lebih ren­dah daripada penyakit alkoholik
Nor­mal atau meningkat
Biasanya menurun
Biasanya meman­jang
Obs­truksi duk­tus biliaris, kolestasis
Nor­mal atau mening­kat; mening­kat pada obs­truksi penuh
Nor­mal hingga lumayan meningkat
Mening­kat, sering lebih tinggi 4 kali dari nilai normal
Biasanya nor­mal, namun jika ber­lang­sung kronis, kadar dapat menurun
Biasanya nor­mal
Kan­ker yang sudah menyebar ke hati (metastases)
Biasanya nor­mal
Nor­mal atau sedikit meningkat
Biasanya sangat meningkat
Nor­mal
Nor­mal
Kan­ker yang asli ber­asal dari hati (hepatoselular karsinoma)
Mung­kin mening­kat, umum­nya jika penyakit progresif
AST lebih tinggi dari ALT, namun kadar lebih ren­dah daripada penyakit alkoholik
Nor­mal atau meningkat
Biasanya menurun
Biasanya meman­jang
Autoim­mune
Nor­mal atau meningkat
Lumayan mening­kat
Nor­mal atau sedikit meningkat
Nor­mal atau menurun
Nor­mal

Jika seseorang meng­on­sumsi obat yang bisa memengaruhi hatinya, maka hasil tes abnor­mal bisa jadi meng­in­dikasikan bahwa perlu meng­evaluasi lagi dosis dan pilihan medikasi. Ketika seseorang dengan penyakit hati sedang dalam peman­tauan, maka dok­ter akan meng­evaluasi apakah hasil tes menun­jukkan per­burukan atau perbaikan.

Dok­ter akan menanyakan semua obat-obatan yang sedang dikon­sumsi pasien, ter­masuk suplemen makanan & produk her­bal karena beberapa mung­kin memiliki efek poten­sial pada hati. Peng­gunaan acetaminophen ber­lebih dan alkohol misal­nya, dapat merusak hati seba­gaimana ter­papar racun misal dari jamur yang beracun.

Gejala awal penyakit hati kadang tidak ter­lalu ken­tara, karena hanya ber­upa kelelahan dan mual. Namun gejala lain akan mun­cul jika per­burukan kerusakan hati terjadi.
Tentu saja nilai tes abnor­mal bisa ter­jadi walau Anda tidak memiliki penyakit hati. Beberapa kon­disi semen­tara bisa menyebabkan­nya, misal­nya syok, luka bakar, infeksi berat, trauma otot, dehidrasi, pank­reatitis, hemolisis, dan kehamilan.

Untuk infor­masi yang lebih leng­kap, silakan melihat sum­ber yang saya gunakan untuk menulis, antara lain LabTest Online, MedLinePlus, Wikipedia, Mayo Clinic. Anda bisa ber­bagi seputar pemerik­saan fungsi hati di sini, namun saya harap Anda tidak meng­gunakan kolom tanggapan/komentar untuk meng­on­sul­tasikan nilai hasil pemerik­saan laboratorium untuk tes fungsi hati anda ataupun orang lainnya.
HASIL TES LAB NORMAL
Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Radio IV/10, Jakarta 12130. Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521.
Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org
Darah
Ukuran Satuan Nilai Rujukan, Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4,0 – 4,9 (P), 4,5 – 5,5 (L), Hemoglobin (Hb) g/dL 12,0 – 16,0 (P), 13,0 – 18,0 (L), Hematokrit % 39,0 – 45,0 (P), 40,0 – 48,0 (L)
Hitung Jenis
Basofil % 0,0 – 1,0, Eosinofil % 1,0 – 3,0, Batang1 % 2,0 – 6,0, Segmen1 % 50,0 – 70,0, Limfosit % 20,0 – 40,0, Monosit % 2,0 – 8,0, Laju endap darah (LED) mm < 25 (P, usia < 50), < 30 (P, usia 􀂕 50) ,< 15 (L, usia < 50), < 20 (L, usia 􀂕 50)
Leukosit (sel darah putih)
103/μl 5,0 – 10,0
MCH/HER pg 27,0 – 31,0, MCHC/KHER g/dL 32,0 – 36,0, MCV/VER fl 82,0 –, 92,0
Trombosit 103/μl 150 – 400
Catatan:
1. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja, dengan nilai rujukan, 50,0 – 75,0 persen
Fungsi Hati (LFT)
Ukuran Satuan Nilai Rujukan, SGOT (AST) U/L <



                        




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Fungsi Hati"

Posting Komentar